Rabu, 04 Juni 2014

Posted on 06.59 by Unknown

No comments

Border Gateway Protocol (BGP) adalah protokol yang digunakan untuk routing di jaringan internet. BGP merupakah protokol routing antar Autonomous System (AS). Jika OSPF, EIGRP, atau RIP merupakan protokol routing internal, maka BGP adalah protokol routing eksternal.

BGP pertama dibuat oleh Internet Engineering Task Force (IETF) sebagai RFC 1771 dan digunakan oleh Service Provider sebagai standar untuk routing antar pelanggan mereka, atau antar Service Provider.

Keuntungan utama BGP adalah BGP menggunakan path attributes untuk menentukan jalurnya. Artinya Path yang digunakan BGP diberikan atribut – atribut tertentu untuk menentukan jalur dari sebuah paket. Dengan kata lain BGP memiliki beberapa parameter yang menentukan jalur mana yang dipilih.

BGP dapat berjalan diatas protokol routing lainnya. Mengapa demikian? Saya akan membahasnya di bagian BGP Peering.

BGP Database


Seperti protokol routing dinamis lainnya, BGP juga memiliki database. Database ini dibagi menjadi dua, yaitu Neighbor Database yang menyimpan informasi mengenai peer dan BGP Database yang berisi semua network yang dikenal oleh BGP lengkap beserta atributnya.
Neighbor Database
  
BGP Database

Internal dan Eksternal

Dalam BGP dikenal Autonomous System (AS) karena memang BGP adalah protokol routing antar AS. BGP dapat digunakan untuk routing didalam AS (internal BGP) dan antar AS (external BGP).

Saya contohkan dengan topologi dibawah. Hubungan antara R1 dan R2 menggunakan external BGP dan hubungan antara R2 dan R3 menggunakan internal BGP.

How to Enable BGP

Cara mengaktifkan BGP berbeda – beda untuk setiap perangkat. Kali ini saya akan mencontohkan dengan menggunakan router Cisco.

Perintahnya adalah router bgp <Autonomous-System Number>

    Router#configure terminal
    Router(config)#router bgp 100
    Router(config-router)#


How to do BGP Peering

Tidak seperti Interior Gateway Protocol (IGP), BGP tidak harus peering dengan router yang directly connected. Maksudnya BGP dapat bertetangga dengan router lain walaupun tidak langsung terhubung. Misalkan pada gambar topologi dibawah. R1 dapat langsung peering dengan R3. Asalkan R1 punya konektivitas ke R3, maka peering dimungkinkan

Bagaimana caranya? Di bagian Overview saya sempat membahas bahwa BGP dapat berjalan diatas protokol routing lain. Misalkan terdapat protokol routing OSPF untuk routing dinamis antara R1, R2, dan R3. R1 dapat mengirim paket ke R3 berdasarkan informasi dari OSPF. Protokol routing dinamis atau statis dapat digunakan. Asalkan konektivitas antara R1 dan R3 sudah terbentuk, maka BGP peering dapat dilakukan.

BGP peering juga harus dilakukan secara manual. Artinya secara default, BGP tidak akan berusaha mencari peernya dengan menanyakan ke router yang langsung terhubung. Ini sangat bermanfaat dalam jaringan internet. Misalkan dalam kasus seperti ini. Service Provider di Indonesia bebas melakukan peering dengan negara manapun. Misalkan Service Provider A diklaim memiliki BGP peer dengan Tier 1 Service Provider di Amerika. Hal tersebut dimungkinkan dengan BGP karena BGP peering dilakukan secara manual dan tidak harus dengan router yang langsung terhubung (directly connected)

Di Router Cisco perintahnya adalah demikian neighbor <ip address> remote-as <Remote AS Number>

    Router#configure terminal
    Router(config)#router bgp 100
    Router(config-router)#neighbor xx.xx.xx.xx remote-as 100


BGP Source Address

Seperti gambar topologi dibawah, R1 dapat melakukan peering dengan R2. Peering dapat dilakukan ke interface fisik (10.1.1.2) atau ke interface loopback (192.168.2.2)

Peering dengan interface fisik memiliki kelemahan. Jika interface tersebut mati, maka routing update tidak dapat diterima oleh peer. Salah satu keuntungan peering dengan interface Loopback adalah jika interface fisik mati atau mengalami gangguan, maka interface lain dapat digunakan. Misalkan apabila interface 10.1.1.2 mati, maka R1 akan mengirim routing update melalui R3, kemudian diteruskan ke interface Loopback R2. Konektivitas akan terus berlanjut tanpa terpengaruh interface fisik yang mati.

Kebanyakan implementasi BGP menggunakan teknik ini. Sama seperti yang saya implementasi, peering ke interface Loopback memiliki keuntungan. Syaratnya interface Loopback harus diadvertise oleh routing protokol dibawah BGP, misalkan oleh OSPF atau static route. Singkatnya interface Loopback tersebut harus dikenal oleh router yang bersangkutan. Misalnya interface Loopback R1 harus mengenal interface Loopback R2.

Berikut perintah untuk mengubah BGP source address di router Cisconeighbor <ip address> update-source <interface Loopback>

    Router#configure terminal
    Router(config)#router bgp 100
    Router(config-router)#neighbor xx.xx.xx.xx update-source loopback0



Advertising the Network

Network statement pada BGP sedikit berbeda dengan network statement pada EIGRP atau OSPF. Network statement pada EIGRP atau OSPF menunjukkan interface mana yang akan di-advertise oleh protokol tersebut. BGP menggunakan network statement untuk menentukan network mana dari local router yang akan di-advertise oleh BGP. Masing-masing network ini tidak harus berasal dari interface di local router bersangkutan. Asalkan network tersebut ada di routing table, maka network tersebut dapat di-advertise ke peer.

Contoh perintah untuk router Cisco adalah sebagai berikut : network <ip address> mask <subnet mask>

    Router#configure terminal
    Router(config)#router bgp 100
    Router(config-router)#network xx.xx.xx.xx mask yy.yy.yy.yy

Network advertisement pada BGP perlu dilakukan secara manual. BGP tidak akan advertise network yang di-advertise oleh IGP seperti OSPF dan EIGRP. Misalkan pada router terdapat network yang berasal dari advertisement OSPF. Maka network tersebut tidak akan di-advertise kembali oleh BGP secara otomatis.

Posted on 06.46 by Unknown

No comments

Overview
Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah routing protocol yang didefinisikan oleh RFC 2328. OSPF adalah salah satu dari Interior Gateway Protocol (IGP) yang biasanya digunakan untuk routing protocol dalam satu routing domain yang sama.

Distance Vector vs Link State

Terdapat 2 macam routing protocol, yaitu Distance Vector dan Link State. Distance vector menggunakan kalkulasi distance atau jarak serta outgoing interface untuk memilih jalur yang paling baik ke network tujuan. Contoh dari Distance Vector adalah RIP, IGRP, dan EIGRP. Link State memantau status dan tipe koneksi setiap link, kemudian membuat kalkulasi metric berdasarkan informasi tersebut. Contoh dari Link State adalah OSPF.


Distance Vector sering juga disebut sebagai routing by rumor. Artinya dia akan memiliki informasi path berdasarkan rumor. Misalkan pada gambar diatas. Terdapat 4 buah router, A, B, C, dan D. A memiliki informasi network yang terhubung dengannya, misalkan 1.1.1.0/24. A akan melakukan advertisement ke B dan C mengenai network 1.1.1.0/24. B akan menerima advertisement tersebut dan menuliskan demikian di routing table “Untuk menuju ke 1.1.1.0/24, saya harus melempar ke A dan metricnya adalah xx” Nilai metric biasanya dikalkulasi dengan melihat faktor jumlah hop, bandwidth, delay, dll tergantung dari routing protocolnya (misalnya EIGRP akan melihat bandwidth, delay, mtu). C juga akan bekerja demikian setelah mendapatkan advertisement dari A. Proses selanjutnya B akan melakukan advertisement ke D, isinya demikian “Hey D, kalau mau menuju ke 1.1.1.0/24, kamu lempar saja ke saya. Saya tahu harus melempar kemana” C juga akan melakukan hal yang sama. Akibatnya D akan mendapat advertisement dari router B dan C. Router D akan mulai mengkalkulasi metric yang diperoleh dari B dan C. Kesimpulannya, D mengetahui informasi mengenai network 1.1.1.0/24 berdasarkan rumor dari B dan C. D sebenarnya tidak tahu network 1.1.1.0/24 berada dimana. D hanya tahu jika ingin menuju ke 1.1.1.0/24, cukup melempar ke B atau C.

Link State bukan merupakan routing by rumor. Setiap router di dalam link state routing domain memiliki informasi yang sama mengenai network secara keseluruhan. Kembali ke contoh diatas, D mengetahui bahwa 1.1.1.0/24 dimiliki oleh router A. D akan melakukan kalkulasi misalnya dengan algoritma shortest path first untuk menentukan jalur menuju ke A. D memiliki gambaran keseluruhan secara detail mengenai network map, kondisi setiap host, dan kondisi path yang akan dilalui.

Open Shortest Path First (OSPF)

Seperti penjelasan link state diatas, link state akan mengkalkulasi path menuju suatu node berdasarkan informasi. Informasi yang dipertukarkan adalah Link State Advertisement (LSA). Pada saat awal node akan melakukan konvergensi OSPF, seluruh node akan saling bertukar LSA sehingga terjadi flood dalam network. Proses ini dilakukan untuk menuju kondisi adjacency antar node. Dalam kondisi adjacent, maka kedua node dapat saling bertukar LSA.

Posted on 06.45 by Unknown

No comments

EIGRP termasuk protokol proprietari milik Cisco, dan hanya bisa dijalankan pada router Cisco, merupakan protokol routing terbaik jika saja kita memiliki router Cisco. EIGRP menggunakan algoritma DUAL untuk menandingi OSPF.

Kelebihan-kelebihan EIGRP 
  1. Satu-satunya protokol routing yang menggunakan route backup. Selain memaintain tabel routing terbaik, EIGRP juga menyimpan backup terbaik untuk setiap route sehingga setiap kali terjadi kegagalan pada jalur utama, maka EIGRP menawarkan jalur alternatif tanpa menunggu waktu convergence.
  2. Mudah dikonfigurasi semudah RIP.
  3. Summarization dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Pada OSPF summarization hanya bisa dilakukan di ABR dan ASBR.
  4. EIGRP satu-satunya yang dapat melakukan unequal load balancing.
  5. Kombinasi terbaik dari protokol distance vector dan link state.
  6. Mendukung multiple protokol network  (IP, IPX, dan lain-lain).

Router yang menjalankan EIGRP me-maintain 3 jenis tabel
  • Tabel neighbor: seperti OSPF, EIGRP juga menjalin neighbor relationship tetapi dengan cara yang lebih mudah.
  • Tabel topologi
  • Tabel routing

Konfigurasi EIGRP


    R1#
    R1#conf t
    Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
    R1(config)#router eigrp 10
    R1(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255
    R1(config-router)#^Z
    R1#

    R2#conf t
    Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
    R2(config)#router eigrp 10
    R2(config-router)#network 192.168.0.0 0.0.255.255
    R2(config-router)#^Z
    R2#


Setelah ini kita bisa melihat neighbor telah terdeteksi
    R2#sh ip eigrp neighbors
    IP-EIGRP neighbors for process 10
    H   Address Interface Hold Uptime SRTT RTO  Q  Seq (sec)         (ms)       Cnt Num
    0   192.168.1.1             Fa0/0             11 00:02:33   57   342  0  3


Kemudian konfigurasi R3 sebagai berikut, sekedar informasi, EIGRP tidak menggunakan konsep area seperti pada ospf
    R3#conf t
    Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
    R3(config)#router eigrp 10
    R3(config-router)#network 192.168.0.0 0.0.255.255
    R3(config-router)#network 172.16.0.0 0.0.255.255
    R3(config-router)#^Z
    R3#


Setelah ini kita bisa mengecek tabel routing untuk melihat entri-entri route yang didapatkan dari proses EIGRP
    R3#sh ip route
    Codes: C – connected, S – static, R – RIP, M – mobile, B – BGP
    D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area
    N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2
    E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2
    i – IS-IS, su – IS-IS summary, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2
    ia – IS-IS inter area, * – candidate default, U – per-user static route
    o – ODR, P – periodic downloaded static route
    Gateway of last resort is not set
    D    192.168.10.0/24 [90/2172416] via 192.168.2.1, 00:01:21, Serial0/0
    172.16.0.0/16 is variably subnetted, 9 subnets, 2 masks
    C       172.16.4.0/24 is directly connected, Loopback4
    C       172.16.5.0/24 is directly connected, Loopback5
    C       172.16.6.0/24 is directly connected, Loopback6
    C       172.16.7.0/24 is directly connected, Loopback7
    C       172.16.0.0/24 is directly connected, Loopback0
    D       172.16.0.0/16 is a summary, 00:01:10, Null0
    C       172.16.1.0/24 is directly connected, Loopback1
    C       172.16.2.0/24 is directly connected, Loopback2
    C       172.16.3.0/24 is directly connected, Loopback3
    D    192.168.20.0/24 [90/2172416] via 192.168.2.1, 00:01:21, Serial0/0
    D    192.168.1.0/24 [90/2172416] via 192.168.2.1, 00:01:21, Serial0/0
    C    192.168.2.0/24 is directly connected, Serial0/0
    C    192.168.3.0/24 is directly connected, Ethernet1/0


Mari kita lihat tabel routing pada R2 seperti berikut
    R2#sh ip route
    Codes: C – connected, S – static, R – RIP, M – mobile, B – BGP
    D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area
    N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2
    E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2
    i – IS-IS, su – IS-IS summary, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2
    ia – IS-IS inter area, * – candidate default, U – per-user static route
    o – ODR, P – periodic downloaded static route
    Gateway of last resort is not set
    C    192.168.10.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0.10
    D    172.16.0.0/16 [90/2297856] via 192.168.2.2, 00:03:10, Serial1/0
    C    192.168.20.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0.20
    C    192.168.1.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
    C    192.168.2.0/24 is directly connected, Serial1/0
    D    192.168.3.0/24 [90/2195456] via 192.168.2.2, 00:03:21, Serial1/0


Perhatikan, EIGRP otomatis melakukan summarization pada network 172.16.0.0/16, auto-summarization ini dilakukan setiap ditemukan network yang discontiguous (tidak kontinyu). Contohnya diatas R3 terhubung pada network kelas A 192.168.2.0 dengan network kelas B 172.16.0.0.
Untuk men-disable fitur ini kita bisa mengeksekusi perintah no auto-summary
    R3#conf t
    Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
    R3(config)#router eigrp 10
    R3(config-router)#no auto-summary
    R3(config-router)#^Z
    R3#


Kini kita lihat kembali tabel routing pada R2
    R2#sh ip route
    Codes: C – connected, S – static, R – RIP, M – mobile, B – BGP
    D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area
    N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2
    E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2
    i – IS-IS, su – IS-IS summary, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2
    ia – IS-IS inter area, * – candidate default, U – per-user static route
    o – ODR, P – periodic downloaded static route
    Gateway of last resort is not set
    C    192.168.10.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0.10
    172.16.0.0/24 is subnetted, 8 subnets
    D       172.16.4.0 [90/2297856] via 192.168.2.2, 00:00:46, Serial1/0
    D       172.16.5.0 [90/2297856] via 192.168.2.2, 00:00:46, Serial1/0
    D       172.16.6.0 [90/2297856] via 192.168.2.2, 00:00:46, Serial1/0
    D       172.16.7.0 [90/2297856] via 192.168.2.2, 00:00:46, Serial1/0
    D       172.16.0.0 [90/2297856] via 192.168.2.2, 00:00:46, Serial1/0
    D       172.16.1.0 [90/2297856] via 192.168.2.2, 00:00:46, Serial1/0
    D       172.16.2.0 [90/2297856] via 192.168.2.2, 00:00:46, Serial1/0
    D       172.16.3.0 [90/2297856] via 192.168.2.2, 00:00:46, Serial1/0
    C    192.168.20.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0.20
    C    192.168.1.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
    C    192.168.2.0/24 is directly connected, Serial1/0
    D    192.168.3.0/24 [90/2195456] via 192.168.2.2, 00:08:30, Serial1/0


Summarization dimana saja kapan saja
Seperti disinggung diatas, route summarization pada OSPF hanya bisa dilakukan pada ABR dan ASBR saja, tetapi pada EIGRP kita bisa melakukan summarization pada router manapun yang kita kehendaki.  Misal kita ingin melakukan summarization pada network 172.16.0.0 – 172.16.7.0 pada R3, sehingga hanya 1 entri yang di advertise ke router R2
    R3#conf t
    Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
    R3(config)#int s0/0
    R3(config-if)#ip summary-address eigrp 10 172.16.0.0 255.255.248.0
    R3(config-if)#^Z
    R3#


Route summarization harus dikonfigurasi dibawah setiap interface dimana entri route tersebut akan di advertise, dalam hal ini interface serial0/0. Sekarang seharusnya entri route yang didapatkan oleh R2 hanya berupa 1 entri route summary
    R2#sh ip route
    Gateway of last resort is not set
    C    192.168.10.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0.10
    172.16.0.0/21 is subnetted, 1 subnets
    D       172.16.0.0 [90/2297856] via 192.168.2.2, 00:00:07, Serial1/0
    C    192.168.20.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0.20
    C    192.168.1.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
    C    192.168.2.0/24 is directly connected, Serial1/0
    D    192.168.3.0/24 [90/2195456] via 192.168.2.2, 00:15:08, Serial1/0
    R2#

Posted on 06.43 by Unknown

No comments

Backbone merupakan sebuah teknik yang digunakan dalam penggabungan beberapa jaringan lokal pada masing-masing lantai dari bangunan bertingkat dengan menggunakan satu jalur kabel utama dan khusus. Backbone merupakan jalan, saluran utama, atau bisa disebut dengan jalan tol dalam sebuah jaringan.


 Teknik backbone merupakan teknik yang paling banyak digunakan karena dapat mencega bottleneck yang terjadi pada server. Kabel yang digunakan biasanya adalah jenis serat optik, kabel RG-58, atau RG-8. Sedangkan konektor yang digunakan adalah ST untuk serat optik, BNC untuk kabel RG-58, dan AUI untuk kabel RG-8.
Hal yang perlu diperhatikan sebelum membangung jaringan backbone:
  • Kebutuhan yang berkaitan dengan desain akses jaringan, meliputi jenis data, pelayanan, IP, dan frame relay
  • Kapasitas yang dibutuhkan dalam membangun jaringan backbone tergantung pada desain keluarannya
  • Topologi dan teknologi yang akan digunakan perlu dipertimbangkan
  • Topologi akan berpengaruh pada jumlah dan letak node, desain saluran, maupun keseluruhan desain akses backbone
Backbone menyediakan banyak efisiensi yang tidak disediakan oleh jaringan meshed-access, meliputi:
  • Penggabungan lalu lintas (mengeliminasi path (saluran) yang memilki tipe lalu lintas berbeda)
  • Platform dengan bandwidth yang tinggi
  • Rerouting dan redundancy
  • Skala ekonomis
  • Arsitektur untuk memperbaiki kerusakan atau gangguan sendiri
  • Berbagi perlengkapan dan fasilitas antar berbagai lokasi
  • Routing yang cerdas
  • Bandwidth dinamik dengan alokasi sumber daya
  • Topologi yang fleksibel dengan berbagai gaya desain
  • Pengaturan jaringan yang terpusat maupun terdistribusi
  • Fleksibilitas
Desain Jaringan Utama (Backbone)
A. Teknologi dalam Membangun Jaringan Backbone
Dalam membangun jaringan backbone, teknologi yang perlu dipersiapkan antara lain:
  • Bridge backbone ring
  • Fiber Distributed Data Interface (FDDI) : 100 Mbps, Sistem dual ring dengan protocol MAC token ring
  • Asynchronous Transfer Mode ( ATM ), lokal switch, atau public switch
FDDI merupakan protokol yang digunakan untuk transmisi pada jaringan yang mempunyai Token Passing Ring yang dapat meningkatkan kinerja jaringan. FDDI menggunakan serat optik dengan kecepatan transmisi mencapai 100 Mpbs. FDDI dapat menghubungkan sampai 500 terminal dengan jarak maksimum 2 km.
Asynchronous Transfer Mode ( ATM ) merupakan teknologi ini dikembangkan pada awal tahun 1990-an. Prinsip pada ATM adalah setiap informasi harus ditransfer ke dalam bentuk sel. ATM memiliki kecepatan transfer data yang tinggi, yaitu mencapai 150 Mpbs. Teknologi ini sangat cocok digunakan dalam pengiriman data dalam bentuk suara atau gambar (multimedia).

B. Teknik Pengkabelan
Sistem kabel pada jaringan backbone harus menyediakan interkoneksi antara ruang peralatan komunikasi, ruang telekomunikasi, ruang terminal utama, dan fasilitas masuk dalam struktur sistem telekomunikasi kabel. sistem pengkabelan terdiri dari kabel backbone, kabel patch atau jumper yang digunakan untuk menghubungkan lalu lintas transfer data. Kabel backbone menghubungkan lalu lintas utama data. Warna sebutan untuk tipe kabel serat antara lain:
Single Mode fiber> Kuning
Multi Mode fiber 62.5 micron > Orange
Multi Mode fiber 50 micron 1GB > Orange
Multi Mode fiber 50 micron 10GB > Aqua

C. Topologi Jaringan Backbone
Topologi Bus
Topologi bus sering juga disebut sebagai topologi backbone, dimana ada sebuah kabel coaxial yang dibentang kemudian beberapa komputer dihubungkan pada kabel tersebut.
Secara sederhana pada topologi bus, satu kabel media transmisi dibentang dari ujung ke ujung, kemudian kedua ujung ditutup dengan “terminator” atau terminating-resistance (biasanya berupa tahanan listrik sekitar 60 ohm). Pada titik tertentu diadakan sambungan (tap) untuk setiap terminal. Wujud dari tap ini bisa berupa “kabel transceiver” bila digunakan “thick coax” sebagai media transmisi atau berupa “BNC T-connector” bila digunakan “thin coax” sebagai media transmisi atau berupa konektor “RJ-45” dan “hub” bila digunakan kabel UTP.

Transmisi data dalam kabel bersifat “full duplex”, dan sifatnya “broadcast”, semua terminal bisa menerima transmisi data. Suatu protokol akan mengatur transmisi dan penerimaan data, yaitu Protokol Ethernet atau CSMA/CD. Pemakaian kabel coax (10Base5 dan 10Base2) telah distandarisasi dalam IEEE 802.3

Posted on 06.41 by Unknown

No comments

Rabu, 13 November 2013

Posted on 08.36 by Unknown

No comments

Rabu, 23 Oktober 2013

Posted on 20.18 by Unknown

No comments

Posted on 20.10 by Unknown

No comments

Minggu, 15 September 2013

Pada postingan kali ini saya akan menunjukan cara supaya judul postingan kita pada bar browser kita bisa bergerak. :D

caranya yaitu :
1. Masuk ke blogger.com dan login menggunakan akun blog sobat
2. Masuk pada halaman Template
3. Klik Edit HTML lalu Lanjutkan
4. Cari kode <title><data:blog.pageTitle/></title>, untuk mempermudah pencarian gunakan ctrl+f
5. Jika kode tersebut sudah ditemukan, ganti kode tersebut dengan kode di bawah ini:

<b:include data='blog' name='all-head-content'/>

<script language='JavaScript'>
var txt="<data:blog.pageTitle/> - ";
var kecepatan=100;var segarkan=null;function bergerak() { document.title=txt;
txt=txt.substring(1,txt.length)+txt.charAt(0);
segarkan=setTimeout("bergerak()",kecepatan);}bergerak();
</script>


- kode yang berwarna biru di atas adalah kode untuk menampilkan judul blog sobat secara otomatis. kode itu bisa sobat ganti dengan kata-kata yang sobat inginkan.

- kode yang berwarna merah adalah kode untuk menentukan kecepatan bergeraknya. itu bisa sobat ganti sesuai keinginan sobat.

mungkin sekian dulu postingan saya kali ini, semoga bermanfaat.... :) 

Posted on 03.48 by Unknown

No comments


Ada beberapa tipe kabel yang dapat digunakan untuk membangun jaringan computer atau dalam hal ini LAN. Namun menurut penulis dengan alas an relatife lebih mudah dalam pengadaan kabel, murah dan sederhana dalam proses instalasi serta umum digunakan pada saat ini, maka pilihan jatuh pada tipe kabel Twisted Pair jenis Unshielded Twisted Pair (UTP).

Kabel UTP terdiri dari 8 buah kabel halus yang saling melilit menjadi 4 pasang. Ke empat pasang kabel tersebut adalah :
* Pasangan kabel warna hijau dengan Putih Hijau
* Pasangan kabel warna Orange dengan Putih Orange
* Pasangan kabel warna Biru dengan Putih Biru
* Pasangan kabel warna coklat dengan Putih Coklat

Kategori Kabel UTP

Cat 1 : Digunakan untuk perangkat komunikasi, seperti kabel telephon.
Cat 2 : Kecepatan transfer data mencapai 4 Megabits per second.
Cat 3 : Biasanya digunakan untuk topologi token ring dengan kecepatan transfer data mencapai 10 Mbps.
Cat 4 : Kecepatan transfer data mencapai 16 Mbps
Cat 5 : Kecepatan transfer data mencapai 100 Mbps
Cat 5e : Kecepatan transfer data mencapai 100 Mbps – 1 Gigabits.
Cat 6 : Kecepatan transfer data hingga 2,5 Gigabit Ethernet dalam jarak 100 Meter atau 10 Gigabits dalam jarak 25 Meter.

Standarisasi Kabel UTP

Pemasangan urutan Kabel UTP umumnya mengikuti aturan standart international yaitu EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B. Untuk urutan EIA/TIA 568A urutan kabel nya adalah sebagai berikut :

Urutan ke 1 : Putih Hijau
Urutan ke 2 : Hijau
Urutan ke 3 : Putih Orange
Urutan ke 4 : Biru
Urutan ke 5 : Putih Biru
Urutan ke 6 : Orange
Urutan ke 7 : Putih Coklat
Urutan ke 8 : Coklat

Sedangkan urutan EIA/TIA 568B urutan kabelnya adalah sebagai berikut:

Urutan ke 1 : Putih Orange
Urutan ke 2 : Orange
Urutan ke 3 : Putih Hijau
Urutan ke 4 : Biru
Urutan ke 5 : Putih Biru
Urutan ke 6 : Hijau
Urutan ke 7 : Putih Coklat
Urutan ke 8 : Coklat

Tipe Pemasangan Kabel UTP
Ada 2 jenis tipe pemasangan kabel UTP pada konektor RJ-45 yaitu type straight dan tipe cross.

a. Tipe Straight
Tipe Straight artinya ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lainnya memiliki urutan kabel yang sama sesuai dengan standart EIA/TIA 568B. Tipe ini digunakan untuk menghubungkan antara perangkat yang berbeda jenis (PC dengan switch, PC dengan HUB, dll). 

b. Tipe Cross
Pada tipe ini ujung kabel yang satu menggunakan urutan standart EIA/TIA 568A dan ujung yang satu nya lagi menggunakan urutan kabel TIS/EIA 568B dan digunkan untuk menghubungkan dua perangkat yang sejenis (PC dengan PC, PC dengan Laptop, Switch dengan 
switch, dll).

Namun dengan berkembangnya ilmu IT, sekarang sudah ada teknologi Auto MDI-X. Mungkin masih banyak yang belum tahu, apakah itu MDI-X. MDI-X merupakan kependekan dari Media Dependant Interface Crossover. Dengan kata lain, MDI-X merupakan fitur pada switch yang membuat Anda dapat menggunakan patch cable (straight-through) daripada kabel crossover untuk koneksi antar switch. Ini merupakan fitur yang bagus untuk digunakan, namun ada beberapa perdebatan dalam hal perlu atau tidaknya ini digunakan. (Lichten, 2010). Fitur dari Auto MDI/MDIX ini akan mendeteksi tipe kabel yang terkoneksi secara otomatis dan membuatnya bekerja. Auto MDIX merupakan fitur yang mengeliminasi kebutuhan kabel crossover ketika menghubungkan dua buah port yang mirip (Lapisan OSI) secara bersamaan. Fitur ini biasanya diaktifkan secara default pada kebanyakan switch. Hal ini bagus bagi hubungan infrastruktur dimana Anda menghubungkan dua buah switch, namun ini tidak dibutuhkan secara khusus pada edge/user ports. Jika Anda mematikan fungsi Auto-MDIX pada port user, ketika dua buah port tersebut secara tidak sengaja terhubung bersamaan, mereka tidak akan terhubung. 

Posted on 03.04 by Unknown

No comments


Dalam membuat jaringan komputer terdapat dua tipe komponen utama, yaitu komponen Fisik dan komponen non Fisik. Yang dimaksud dengan komponen Fisik yaitu komponen yang nyata (Hardware) sedangkan komponen non Fisik yaitu komponen yang tidak bisa dilihat dan tidak bisa disentuh (Software).

Nah, setelah mengetahui tipe-tipe komponen utama kita akan lanjut ke pembagian masing-masing komponen utaman tadi.

1. Komponen Fisik
    a. Unit Komputer
sediakan minimal 2 unit computer atau beberapa computer sesuai kebutuhan, komputer ini nantinya yang akan bertindak sebagai server dan ada juga yang berperan sebagai workstation
    
    b. NIC (Network Interface Card)
NIC atau yang juga sering disebut kartu jaringan adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Tugas NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi bentuk data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media jaringan.

    c. Kabel Jaringan
kabel dalam sebuah jaringan digunakan sebagai penghubung. Meskipun sekarang sudah ada teknologi jaringan tanpa kabel (wireless) namun kabel masih sering digunakan karena mudah dalam pengoperasiannya. Ada beberapa macam tipe kabel yang biasanya digunakan untuk membangun sebuah jaringan antara lain:
        - Kabel Twisted Pair
Kabel ini terdiri dari beberapa kabel yang saling melilit. Adapun dua jenis kabel yang termasuk dalam tipe kabel ini yaitu Shielded Twisted Pair (STP) dengan lapisan aluminium foil dan Unshielded Twisted Pair (UTP)
        - Kabel Coaxial
Tampilan fisik kabel ini terdiri dari kawat tembaga sebagai inti yang dilapisi oleh isolator dalam lalu dikelilingi oleh konduktur luar kemudian dibungkus dengan bahan semacam PVC sebagai lapisan isolator luar.
        - Fiber
Kabel fiber optic terdiri atas inti serat kaca dan dibungkus lapisan luar seperti kabel-kabel umumnya

    d. Konektor
Konektor digunakan sebagai sarana penghubung antara kabel dengan colokan LAN card yang ada di CPU computer Anda. Jenis konektor ini di sesuaikan dengan tipe kabel yang digunakan misalnya rj-45 berpasangan dengan kabel UTP/STP, konektor BNC/T berpasangan dengan kabel coaxial sedangkan tipe kabel fiber optic digunakan konektor ST.

    e. Tang Kriping
Tang kriping Berfungsi untuk menjepit kabel dengan konektor yang telah terpasang sehingga tidak mudah lepas pada saat instalasi. Penggunaan tang ini disesuai kan dengan jebis kabel yang akan anda gunakan untuk membangun jaringan.
    
    f. Hub
Hub adalah komponen jaringan yang memiliki colokan (port-port). Umumnya hub memiliki jumlah port mulai dari 4, 8, 16, 24 sampai 32 plus 1 port (uplink) untuk menghubungkan ke server atau ke hub lain. Hub digunakan untuk menyatukan kabel-kabel network dari tiap-tiap workstation, server atau perangkat lain.

    g. Bridge dan Switch
Bridge digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan yang terpisah walaupun menggunakan media penghubung dan model atau topologi berbeda. Jadi mirip dengan jembatan pada kehidupan sehari-hari kita. Sedangkan Switch bentuknya mirip dengan hub, bedanya switch lebih pintar karena mampu menganalisa data yang dilewatkan padanya sebelum dikirim ketujuan. Selain itu juga ia memiliki kecepatan transfer data dari server ke workstation atau sebaliknya.

    h. Router
Router memiliki kemampuan untuk menyaring atau memfilter data yang lalu lalang di jaringan berdasarkan aturan atau protocol tertentu. Seperti bridge, router juga dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan model LAN bahkan WAN.

2. Komponen Non Fisik

Selain komponen fisik yang telah dijelaskan sebelumnya, ada juga komponen non fisik bila kita akan belajar membangun sebuah jaringan, antara lain :

    a. Operating Sistem untuk Komputer
Ada banyak operating system yang dapat Anda gunakan untuk membangun jaringan computer. Untuk computer server biasanya Microsoft Windows NT 4 Server, Microsoft Windows 2000 Server, Microsoft Windows 2003 Server, Novell Netware serta Linux. Sedangkan untuk client/workstation Anda dapat menggunakan Microsoft Windows 98, ME, 2000 Profesional, XP dan distro linux.

    b. Protokol Jaringan
Protokol Jaringan adalah aturan-aturan yang digunakan dalam jaringan sehingga computer-komputer anggota jaringan dan computer berbeda platform dapat saling berkomunikasi. TCP/IP (Tranmission Control Protokol/Internet Protokol) adalah protocol.


Sumber : http://theyfforys.wordpress.com/2012/03/20/komponen-dasar-jaringan-komputer/

Posted on 02.14 by Unknown

No comments

Rabu, 04 Juli 2012


1.misal blogspot yg di incar xxx.blabla(d0t)blogspot(dot).com

2.masukin script /feeds/posts/default?alt=rsshasilnya xxx.blabla(d0t)blogspot(dot).com/feeds/posts/default?alt=rss (di address bar nya) truz enter dah

3.udah itu alt=rss diganti dgn redirect=true&altpublished-jmlsummary=showposts&max-results=500
hasilnya xxx.blabla(d0t)blogspot(dot).com/feeds/posts/default?redirect=true&altpublished-jmlsummary=showposts&max-results=500
4.Truz copy link nya : xxx.blabla(d0t)blogspot(dot).com/feeds/posts/default?redirect=true&altpublished-jmlsummary=showposts&max-results=500
5.Buka Internet Download manager (klo lom ada download aja di google ada koq 

6.Pada Internet Download manager klik add Url >Masukan xxx.blabla(d0t)blogspot(dot).com/feeds/posts/default?redirect=true&altpublished-jmlsummary=showposts& max-results=500
7.Selesai download dari internet download manager agan buka blogspot agan

8.cari Setelan > Lainnya > Alat Blog > Import

Smoga bisa membantu

Posted on 02.16 by Unknown

No comments

Rabu, 06 April 2011


Anda semua pasti juga pernah mengalami kejadian yang sama dengan yang saya alami. yaitu anda tidak bisa meng uninstall microsoft office, baik itu MS Office 2003, 2007, atau 2010. anda pasti bingung memikirkan bagaimana caranya agar MS Office itu bisa anda uninstall dari PC or Laptop anda. nah, tanpa memperpanjang mukadimah (hahaha...mang lagi pidato pa??... :D) kali ini saya akan memberi tahu anda cara untuk meng uninstall MS Office yang bermasalah itu.... :)

Pertama2 kita harus menyediakan software yang akan kita gunakan terlebih dahulu. software itu bernama "Fix It for Me". software tersebut ada 3 jenis. yaitu:


1. Khusus untuk meng uninstall MS Office 2003. Anda bisa mendownload nya di sini
2. Khusus untuk meng uninstall MS Office 2007. Anda bisa mendownload nya di sini
3. Khusus untuk meng uninstall MS Office 2010. Anda bisa mendownload nya di sini

Cara Penggunaan :
1. Pertama, anda disable dulu antivirus yang terinstall di PC or Laptop anda. cos kemungkinan antivirus anda mendeteksi software ini sebagai virus
2. Kemudian anda jalankan software yang sudah anda download tadi
3. Ikuti langkah-langkah yang ada pada wizard
4. Tunggu prosesnya sampai selesai

Nah....sekian postingan saya kali ini....semoga bermanfaat bagi anda semua yang membaca... :)

Posted on 05.17 by Unknown

No comments

Minggu, 21 November 2010


Tutorial BloGGeR tentang Read More Berjalan, dapat juga diterapkan di judul Posting, sehingga judul poostingpun bisa menari. Fungsi ini tercipta berkat Efek bounce yang diciptakan melalui fungsi marquee effects. Penerapan efek ini pada judul posting akan membuat teks pada judul posting bergerak ke arah kanan dan ke arah kiri secara terus menerus. Tek akan berbalik arah ketika sudah mentok di ujung kanan atau kiri.

Tentu saja judul posting ini tidak boleh secara terus menerus bergerak karena ketika pembaca blog akan meng"KLIK" pada judul menjadi kesulitan. Dengan menambah sedikit script maka ketika mouse berada di atas judul posting maka teks akan berhenti bergerak dan akan kembali ber"bounceria" ketika mouse dilepaskan.
Langkah membuat Efek Bounce pada Judul Posting :
1. Login ke Blogger.
2. Lakukan pengamanan template.
3. Tetap di Edit HTML.
4. KLIK Expand Template Widget.
5. Cari KODE :


<b:if cond='data:post.title'>
<h3 class='post-title entry-title'>
<b:if cond='data:post.link'>
<a expr:href='data:post.link'><data:post.title/></a>
<b:else/>
<b:if cond='data:post.url'><a expr:href='data:post.url'><data:post.title/></a>
<b:else/>
<data:post.title/>
</b:if>
</b:if>
</h3>
</b:if>

Ganti KODE di atas dengan KODE di bawah :

<b:if cond='data:post.title'>
<h3 class='post-title entry-title'>
<marquee behavior='alternate' onmouseout='this.start()' onmouseover='this.stop()'>
<b:if cond='data:post.link'>
<a expr:href='data:post.link'><data:post.title/></a>
<b:else/>
<b:if cond='data:post.url'><a expr:href='data:post.url'><data:post.title/></a><b:else/>
<data:post.title/>
</b:if>
</b:if>
</marquee>
</h3>
</b:if>

Atau kamu juga bisa lakukan dengan cara :

Ganti KODE berikut :

<a expr:href='data:post.url'><data:post.title/></a>
Dengan :

<a expr:href='data:post.url'>
<marquee behavior='alternate' onmouseout='this.start()' onmouseover='this.stop()'>
<data:post.title/>
</marquee>
</a>

Catatan :
  1. Jangan lupa KLIK Simpan Template
  2. Efek bounce ini berfungsi dengan sempurna di Opera dan Internet Explorer (IE) dan Mozilla.

Posted on 06.00 by Unknown

No comments

Jumat, 03 September 2010

Bila kita Internetan dengan menggunakan modem CDMA, pasti kita sering mengeluh......soalx Prosesnya LAMAAAAAAAAAAAA bgt... :( . Nah, mungkin cara saya untuk mempercepat kinerja modem tersebut bisa membentu pembaca sekalian.

adapun caranya antara lain :
1. Klik star => run => ketik gpedit.msc kemudian tekan tombol Enter / OK . Akan muncul tampilan Windows Policy.

                                                                  Gambar.1. Tampilan Run

                                                      Gambar 2. Tampilan Windows Policy

2. Kemudian masuk ke : Computer Configuration => Administrative Templates => Network => 
QOS Packet Schedule. 

                                                 Gambar 3. Tampilan QOS Packet Schedule

3. Kemudian di tampilan sebelah kanan pilih Limit Reservable Bandwidth.Double Klik pada Limit Reservable Bandwidth tersebut. Di situ tertulis Not Configured.   

                                   Gambar 4. Tampilan Limit Reservable Bandwidth Propertis

4. Pilih Enabled lalu ganti 20% menjadi 0%


 5. Kemudian Install Mozilla Firefox pada PC / Laptop anda.
 6. Kemudian Install add-ons faster fox pada browswer mozilla anda. caranya :
     - Klik tool pada task bar firefox anda. kemudian pilih Add-ons

    
     - akan muncul tampilan berikut. Pilih menu Get Add-ons. ketikan Fasterfox pada kotak pencari,
       kemudian tekan tombol Enter. setelah Loading / proses pencariannya selesai, cari fasterfox dibagian
       bawah. lalu pilih Add to Firefox.

    - Klik Install Now 




    - Restart Firefox.



     

Setelah semua langkah2 di atas selesai, download software cFosSpeed di sini, dan installkan pada PC / Laptop anda. Setelah software itu anda installkan, silahkan Restart PC / Laptop anda. Nah, sekarang kecepatan koneksi Modem CDMA anda sudah bertambah.....

Selamat Mencoba ya...Semoga Bermanfaat... ^_^

Posted on 00.52 by Unknown

No comments

Jumat, 20 Agustus 2010

Disini saya akan memberitahukan langkah langkah cara menginstal Windows 7 Ultimate untuk komputer yang belum terinstall sistem operasi. Langkah yang dilakukan adalah :
Proses setting di BIOS : Nyalakan komputer, lalu masuk ke BIOS untuk mensetting awal Booting OS (operating system) :D
clip_image002
Rubahlah settingan awal booting tersebut ke CD ROM / DVD ROM, klik F5 menggunakan keyboard untuk memindahkan urutan booting :D
clip_image004
Sebelum anda exit atau keluar dari BIOS, masukkan DVD windows 7 Ultimate. Kemudian tekan tombol F10 SAVE & EXIT (tergantung settingan BIOS). Maka system akan merestart komputer :D

Proses Install Windows 7 Ultimate

Setelah restart tunggu sampai muncul tulisan “Press any key to instal from CD/DVD …”. setelah itu tekan sembarang tombol, sehingga komputer akan melakukan proses booting lewat DVD ROM. Tunggu sampai terlihat gambar dibawah ini :
clip_image006
Aturlah Format Bahasa, waktu, mata uang dan jenis keyboard yang digunakan, misalkan disini kita menggunakan format waktu dan mata uang Indonesia :
clip_image008
Kemudian klik Next untuk melanjutkan proses instalasi :D Sehingga akan muncul tampilan pada gambar di bawah ini :
clip_image010
Klik tombol install now untuk melanjutkan proses instalasi :D Sehingga akan muncul gambar seperti di bawah ini :
clip_image012
Tunggu proses loading sampai terlihat proses selanjutnya. Ceklis chekbox yang tertuliskan “I accept the license terms”, setelah itu klik tombol Next untuk melanjutkan proses instalasi :D Seperti terlihat gambar di bawah ini :
clip_image014
Setelah itu masuk ke proses selanjutnya. Karena ini adalah proses instalasi dari komputer yang belum terinstal sistem operasi windows, maka pilih bagian Custom. Jika memilih Upgrade berarti mengupgrade sistem operasi windows versi lama ke windows 7 :D Seperti gambar di bawah ini :
clip_image016
Karena komputer yang digunakan adalah baru, maka biasanya hanya terdapat 1 partisi hardisk. Minimal untuk instalasi windows 7 adalah 20 GB. Karena hardisk yang digunakan adalah 20GB jadi hardisk tidak perlu dipartisi. Klik next untuk melanjutkan proses instalasi :D Seperti gambar di bawah :
clip_image018
Tunggu sampai windows selesai proses instalasi. Jika telah selesai, maka komputer akan merestart sistem. Setelah beres Windows 7 Ultimate telah terinstall dan tinggal dilakukan proses konfigurasi :D
clip_image020
Setelah komputer merestart maka komputer akan melakukan proses konfigurasi awal dulu sebelum dapat digunakan. Untuk konfigurasi pertama adalah konfigurasi Username (Nama Pengguna) dan Computer Name (Nama Komputer), masukkan sesuai dengan yang anda suka. Setelah itu klik tombol Next. Seperti gambar di bawah :
clip_image022
Setelah itu masukkan password yang akan digunakan untuk Username tersebut. Jika tidak akan menggunakan password maka tinggal klik Next saja 

Setelah itu masukkan Serial Number Windows 7 yang tertera pada Cover DVD Windows 7 Ultimate. Jika anda menggunakan versi trial, anda tidak perlu memasukan produk key, cukup klik tombol Next
clip_image026
Pilih pengaturan use recommended settings atau sesuai dengan yang anda inginkan :D
clip_image028
Setelah itu atur waktu sesuai dengan waktu saat ini. Setelah selesai klik tombol Next :D
clip_image030
Setelah itu windows selesai melakukan proses konfigurasi, tunggu hingga windows mempersiapkan desktop untuk Username yang anda buat sebelumnya :D
clip_image032
Sekarang anda telah berhasil menginstall Windows 7 Ultimate :D Selamat menggunakannya :D
clip_image034
Jika kalian bermasalah dengan lisensi pada Windows 7 Ultimate maka kalian bisa lihat lisensi tersebut di sini  :D Selamat mencoba :D

Posted on 21.45 by Unknown

No comments